Sejarah Tiga Lubang Buaya Kekejaman G30S PKI di Banyuwangi

0
14

Penanda peristiwa maut yang dilakukan kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI) atau dikenal dengan Gerakan 30 September 1956 (G30 S) ternyata juga ada di Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi Jawa Timur.

Penanda tersebut dikenal dengan sebutan Monumen Pancasila Jaya atau Monumen Lubang Buaya Cemetuk yang berupa patung besar Garuda Pancasila lengkap dengan replika kejadian peristiwa berdarah dibawahnya.

Dikenal dengan Monumen Lubang Buaya dikarenakan terdapat tiga lubang berbentuk persegi dibelakang patung Garuda. Dimana, tiga lubang tersebut pada 30 September 1965, dijadikan sebagai tempat Pembuangan 62 Korban Kekejaman PKI secara sadis.

Monumen yang menekankan kekejaman kelompok PKI di Banyuwangi kala itu, juga terdapat tulisan yang berbunyi,
“Monumen Pancasila Jaya di sini pada tanggal 18-10-1965 telah terjadi pembunuhan massal terhadap 62 orang pemuda Pancasila oleh kebiadaban G 30 S/PKI,”.

Dalam perspektif baru penulisan sejarah G 30 S PKI terutama soal pembunuhan ke 7 jendral di lubang buaya Jakarta, sudah ada beberapa versi baru. Sejarawan Asvi Warman Adam dalam buku Panggung Sejarah menyebut bahwa PKI bukan satu-satunya pelaku tunggal.

Ada lima versi siapa dalang dibalik peristiwa G30 S yang terus menjadi perdebatan. Antara lain sebuah klik Angkatan Darat Penelitian Cornell Paper, Wertheim. Keterlibatan CIA/ Pemerintah Amerika Serikat (Peter Dale Scott, G Robinson). Presiden Soekarno (John Hughes, Antonie Dake), oknum PKI (Tim ISAI) dan tidak ada pelaku tunggal (Nawaskara, Manai Sophian).

Terlepas siapa dalang peristiwa G30 S  tentang pembunuhan para jenderal di Jakarta, usai peristiwa tersebut telah memantik pembantaian massal di berbagai daerah yang salah satunya terjadi di Cemetuk, Cluring Banyuwangi.

Menurut salah satu pemerhati sejarah di Kecamatan Muncar Iwan Kusuma, monumen Lubang Buaya Cemetuk itu dibangun pada tahun 1994 dengan hasil dana swadaya yang digalang masyarqkat Cemetuk.

Baca Juga:  53 Tahun Sejarah Baladhika Karya Melawan Komunis Anti PKI

Iwan Kusuma juga mengatakan bahwa, monumen Lubang Buaya Cemetuk merupakan replika sejarah kekejaman PKI yang di inisiatori oleh Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dan dibantu Lurah setempat saat itu.

Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

Dimana dalam tragedi itu, banyak menelan korban aktivis Ansor dari Muncar yang memang terkenal gigih mempertahankan kedaulatan Pancasila.

Bila ingin berkunjung ke monumen Lubang Buaya Cemetuk, Anda bisa mengamati secara langsung bagaimana peristiwa kelam 1965 dalam ilustrasi relief. Terlepas siapa yang menjadi pelaku dan korban tentunya dari monumen Lubang Buaya Cemetuk bisa jadi refleksi. Jangan sampai peristiwa kelam tersebut kembali terulang kembali. (dats)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here