Home Artikel Mengungkap Rahasia Rejeki Lancar dan Keadilan Tuhan Pada Hambanya

Mengungkap Rahasia Rejeki Lancar dan Keadilan Tuhan Pada Hambanya

0
49
Animasi beberapa tata cara ibadah umat beragama

Nusantara-Sejarah Budaya

  • Mengapa sepertinya rejeki muslim lebih sulit jika dibanding dengan rejeki non muslim (seperti kaum cina rata rata dan kaum hinduisme di bali) ?
Animasi beberapa tata cara ibadah umat beragama

-Apakah rata-rata muslim yg taat beribadah di pedesaan (surve di Bondowoso yg pemudanya rata-rata kerja bangunan) tidak mendapat keadilan dari sang pencipta bab rizki?… Sehingga lebih memudahkan hindu atau kristiani yang solatnya tampak slow mudah tampak kekayaannya../? Dan kaum muslim di pedesaan yg to’at ibadah hanya berjibaku dg bank tetel/oser?…

Padahal Sang pencipta menjamin setiap rizki bagi hambanya yang dekat kepadanya.

“Jika di pikir polos, mungkin kita ber asumsi dengan imajinasi bahwa, ibadah kita salah dan ibadah mereka lebih benar. Atau yang lebih extrime kita menganggap tuhan sudah ingkar janji dan tidak perlu menyembah lagi”.

Pernah saya bertanya demikian kepada salah satu ustat besar di martapura. Beliau menjawab pertanyaan sy dengan jawaban, “Allah maha pengasih dan penyayang. Mereka yg non muslim itu hanya dikasih tapi belum tentu disayang. nah jika kamu sudah to’at kamu akan selalu di sayang,” jawabnya pada saya.

Mendengar itu saya agak kesal, lalu dengan apa saya menyertai sarana dalam hidup beribadah jika gak di kasih. (Waktu itu sy masih remaja dan hidup kekurangan) “ini belum memikul keluarga, bagai mana nanti jika ada anak dan istri kalau gak di kasih sama allah,”?… Pasti nyungsep..hehe…

Dengan itu, saya anggap sang kyai belum memenuhi dahaga keilmuan saya “nyarin guru lagi ah…”

Lama mencari dr sesama, jawabannya hampir mirip semua dg kyai yg pertama.

Akhirnya sy auto didak testimoni surve ke non muslim. Saya mengamati dari cara mereka beribadah.

Hampir rata rata dari setiap ibadah mereka selalu ada pengeluaran rizki untuk dibelikan sarana ibadahnya (jika hindu daksine).
Saya testimoni beberapa kali ke agama kong hucu. Dimana mereka terbiasa pagi tidak akan makan dan minum sebelum memberi suguhan pada dewa2 dan foto leluhurnya.

Testimoni Yg hindu punya aset d bali sekitar 1.560$ kerjanya hanya menjadi gaet asing k tempat wisata.

Yg konghucu, asetnya sekitar 800$ kerjanya buka service aki/assu. (Keduanya menurut sy kerja nyantai lah).

Akhirnya dg beberapa dari pengalaman yang tersebut di atas saya merenung dan bergemulat di dalam fikir. Sehingga sy muslim menyimpulkan bahwa ibadah saya selama ini kurang dilengkapi dengan pengorbanan. Maka dari itu sy berkesimpulan susahnya rezeki sy selama ini karena ibadah saya asal garap saja dengan menempuh jalan seadanya.

Singkat cerita sy, bertemu seorang mursyid di kota dingin Malang dan singkatnya beliau menegur saya dengan bahasa jawa. “Nganti yah mene gedine, Sembayangmu kae ora di bandani, nek pingen oleh sangu gawe ibadah yo kudu dibandani ibadane kudu berkorban,” begitu kata beliau.

Setelah itu sy belajar bagaimana cara berkorban untuk ibadah sesuai dengan syariat islam. Di sana sy hanya di beri beberapa poin saja. Pertama, sebelum ibadah harus menggunakan wewangian dan pakaian yg bersih dan terbaik.

Ke dua, harus senantiasa bersodaqoh, setiap saat selama masih disempatkan.

Dengan tertatih, sayapun mencoba menerapkan yg namanya “mbandani Ngibadah” atau memodali ibadah.

Ternyata, dlm waktu berkala rupanya hukum alam lah yg merubah alur rizki yg saya alami.

Dan sampai saat ini, jika saya terhimpit, maka saya harus mengosongkan sisa keterhimpitan itu dengan cara membagikan sisa keterhimpitan (rizki) itu kepada sesama.

Maka dari itulah, akhirnya sy menyadari bahwa hukum semesta, “tidak akan pernah ada yg masuk sebelum kita mengeluarkannya.

Walla hu a’lam bissowab…. (hadat).

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan