Mengenal Isoteri dan Eksoteri Keris Semar Tinandhu

0
30

Nah, pada kesempatan kali ini ijinkan sejarah-budaya.com mengupas sekelumit sang master tosan aji yakni, Keris dengan dhapur Kyai SEMAR TINANDHU.

Dengan tanpa basa basi langsung aja yuk….!

Apa itu Keris Kyai Semar Tinandu?

Adapun ricikan keris semar tinandhu meliputi, dua sekar kacang, empat lambe gajah dan sogokan hingga ke ujung bilah.

Sementara, pamornya meliputi, pamor kelengan, tirto tumetes, melati, tambal dan sebagainya.

Keris ini dipercaya memiliki khasiat atau pembawaan karakter bagi pemegangnya meliputi,
1). Tuah pengasihan. Aura pengasihan alami yang ada di dalam diri Anda akan semakin kuat terpancar. Meningkatkan daya tarik yang dimiliki di hadapan lawan jenis.

2). Tuah Kecerdasan. Kemampuan berfikir seseorang akan semakin berkembang dan meningkat.

3). Tuah Kebijaksanaan dan menjadikan pribadi yang semakin bijak dalam mengambil tindakan.

Keris Kyai Semar Tinandu merupakan sebuah tosan aji yang disepuhkan atau dijadikan panutan keris lain.

Sesuai kitab lontar ngadipuro karangan mpu. Kendayakan, konon keris ini menjadi cikal bakal lahirnya babat Nuswantoro versi Hindu dimana keris tersebut dibabar dengan memunculkan manifeatasi sang tokoh guru pewayangan jawa yakni, Kanjeng Kyai Bondronoyo yang tidak lain adalah Semar.

Tidak cukup jelas siapa yang awal kali membabar keris tersebut. Namun, keris dhapur semar tinandhu ini, terakhir dibabar oleh mpu era mataram kuno dan tidak pernah dicipta lagi mengingat pembuat terakhir dipercaya terkutuk dan mati menyatu dengan kerisnya.

Nah sekarang kita refleksi dulu dengan legenda yang berasal dari cerita rakyat.

Konon dahulu kala ada seorang sudra yang sangat miskin bernama Dhembol. Dia bertapa ditengah hutan dekat kawah condrodimuko yang dipercaya saat ini adalah gunung lawu.

Dhembol melakukan tapa brata hanya ingin menjadi seorang raja. Singkat cerita, disuatu malam setelah puluhan tahun bertapa Dhembol ditemui sang bhatara guru dan ditugaskanlah dia membabar sebilah keris patrem yang berdhapur SEMAR TINANDHU.

Setelah bertahun tahun lamanya tibalah keris tersebut memanifestasikan wujud yang sempurna dan siap dijadikan piandel untuk Dhembol menuju singgasana keprabon.

Dhembol kala itu, masih bingung harus dengan apa dia membangun kerajaan dan dari mana ia mengumpulkan prajurit dan sebagainya. Sementara ia siap turun gunung hanya bermodal sebilah keris patrem. Namun, siapa sangka Dhembol nekat saja turun gunung dengan niat besarnya itu…bersambung. (hadat)

Tinggalkan Balasan