Home Artikel Jenis Kayu Ini Dapat Ditukar Kekayaan | Simak Fakta dan Mitosnya

Jenis Kayu Ini Dapat Ditukar Kekayaan | Simak Fakta dan Mitosnya

0

Yuks Langsung Simak Aja…

Bagi sebagian masyarakat kayu Tlogosari mungkin menjadi misteri mengingat mitosnya yang kental dengan nuansa klenik, mistis bahkan black magic.

Nah, kali ini sejarah budaya akan sedikit mengupas apa dan bagaimana fakta, mitos, manfaat bahkan legenda terkait kayu yang satu ini.

Fakta

Kayu Tlogosari merupakan salah satu jenis tanaman kayu yang banyak tersebar di Indonesia utamanya yang prioritas beriklim tropis dan lembab. Dalam taksonomi tumbuhan, tlogosari memiliki nama latin Palaquium rostratum. Kayu ini memiliki ciri khas tersendiri ketimbang kayu-kayu lain yakni, setiap pangkal cabangnya memiliki akar serabut yang menopang batang utamanya.

Akar yang tumbuh menopang batang itu mirip seperti Akar Mimang sehingga inilah yang menjadi ciri khas tersendiri dan tidak terdapat pada pohon atau tumbuhan lain.

Baca Juga :Bermacam Tuah Akar Mimang

Mitos

Kayu Tlogosari atau akrab disebut kayu setan ini kerap kali digunakan oknum perdukunan sebagai sarana spiritual macam – macam kepentingan. Namun, yang sering didengar, digunakan sebagai sarana pesugihan dengan dalih media penyedot uang gaib.

Oleh karenanya, tidak sedikit oknum-oknum yang gencar memburu kayu ini dari sistem jual beli, berburu hingga ke puncak- puncak gunung dan bahkan hingga bertapa ber bulan bulan di dalam goa.

Manfaat

Sangat minim penelitian hingga, terungkap manfaat dari kayu yang satu ini. Namun, salah satu penelitian lokal di daerah cina ada yang berhasil mengextrak kayu ini menjadi sebuah kapsul dengan manfaat sebagai penyembuh penyakit struk.

Sementara di Bali, kayu ini banyak digunakan sebagai sarana bahan utama kerajinan ukir-ukiran, sarana persembahyangan bahkan sebagai sarana piandel / jimat.

Legenda

Konon, kayu ini sangat disukai mahluk astral hingga demit, jin, peri dan sejenisnya rela menukar apapun termasuk kekayaan den asap dari kayu Tlogosari ini.

Oknum sindikat perdukunan yang menggunakan sarana ini, biasanya meberikan kisi kisi sang mangsa untuk membelinya dengan harga yang fariabel dari mulai ratusan ribu rupiah hingga miliaran.

Akan tetapi, korbannyapun rata-rata percaya dan menuruti saja apa yang diperintahkan sang dukun. Hal ini, sangat wajar terjadi mengingat, dominan korban sedang dalam tekanan batin sehingga sulit berfikir positif.

Para korban biasanya labil karena terlilit hutang, atau memang berambisi menjadi kaya raya. Kelabilan fikir inilah yang dimanfaatkan oleh oknum dukun yang tidak bertanggung jaWab.

Akan tetapi, tidak sedikit pula para dukun palsu itu tertangkap aparat penegak hukum hingga dijerat dengan hukuman yang berat.

Dan yang paling penting, hingga detik ini, belum ada fakta yang mengungkap akan adanya keberhasilan dari Ritual pesugihan dengan model apapun. (dats)

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version